Bupati Fauzi menerangkan, rekemondasi hasil pertemuan hari ini akan disampaikan ke Kantor Staf Kepresidenan (KSP) untuk bisa dikomunikasikan kepada Presiden.

Tujuannya, agar pemerintah pusat bisa lebih serius dalam rangka memikirkan petani tembakau dan petani garam di Kabupaten Sumenep, khususnya Madura.

"Poin pentingnya, kita juga harus mengapresiasi keberadaan ulama Madura yang juga ikut memikirkan dan merespon apa yang menjadi persoalan setiap tahun," kata Bupati Fauzi.

Menurut dia, hal ini menjadi langkah baik bagaimana pemerintah terus mengawal persoalan kemakmuran petani garam dan tembakau ke depan bisa sejahtera.

Dia menyampaikan beberapa hal yang sebelumnya telah dilakukan pertemuan bersama pemerintah pusat, misalnya keterkaitan dengan regulasi aturan HIT khusus harga tembakau.