PAMEKASAN, MaduraPost - Sejumlah aktivis mahasiswa di Kabupaten Pamekasan, menuding isu terorisme yang disampaikan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam kegiatan Diklatsar di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, disebut tidak mendasar. Bahkan isu tersebut justru dinilai mencoreng intelektualitas mahasiswa.
Demikian disampaikan Jhony. Mahasiswa Universitas Islam Madura tersebut mengatakan, bahwa pemahaman mahasiswa itu berakar pada metodologi pendidikan dan cara kampus memberikan pemahaman ke mahasiswa.
"GP Ansor mengatakan ada gerakan terorisme itu diletakkan dan didasarkan pada apa. Sehingga mengatakan banyak mahasiswa teracuni pemahaman yang tidak sejalan dengan para ulama. Kampus yang mana yang digunakan sampel? mahasiswa yang mana yang menjadi lokus penelitiannya?" kata Jhony, Selasa (23/3/2021).
Bagi dia, perguruan tinggi di Bumi Gerbang Salam mayoritas berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Sehingga bila menuding mahasiswa teracuni paham terorisme, maka secara tidak langsung mengatakan bahwa kampus yang berhaluan Aswaja di Pamekasan berbuah pemikiran terorisme.
"Tapi saya yakin, meskipun kampus yang tidak berhaluan Aswaja juga tidak akan mendidik mahasiswanya untuk berhaluan terorisme," tegasnya.