Hal senada disampaikan, mantan aktivis mahasiswa Noval Muzanni. Menurutnya, pernyataan GP Ansor menuding mahasiswa teracuni pemahaman terorisme disebut berlebihan.

"Karena semenjak saya menjadi mahasiswa dan aktif di organisasi ektra serta intra kampus, tidak ada indikasi sama sekali tentang gerakan pemahaman terorisme. Indikatornya jelas, yakni tidak ada penangkapan terhadap mahasiswa di Pamekasan yang terpapar terorisme," terang Noval.

Kalaupun ada perbedaan antar mahasiswa serta antar organisasi ektra kampus, lanjut Noval, itu sudah biasa di dunia akademis. Tapi, jangan lantas hanya karena perbedaan pendapat itu lalu dijustis sebuah gerakan pemahaman yang mengarah pada teroris.

"Oleh karena itu saya dan juga para mahasiswa serta para aktivis di Pamekasan menduga dan bahkan yakin, kalau pernyataan petinggi GP Ansor itu hanya untuk menutupi kebijakan eksekutif," lanjutnya.