SUMENEP, MaduraPost - Hidup seorang diri dengan usia yang tak lagi muda, Satami (75) warga Dusun Moralas, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terlantar dari perhatian pemerintah.

Bukan lagi menjadi cerita yang sangat pilu, meski Sumenep terkategori dalam Kabupaten termiskin kedua se Jawa Timur, beberapa warga di kota wisata ini acap kali tak tergubris oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Jangankan, Pemkab, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat seolah tak bertaji.

Buktinya saja yang terjadi pada mbah Satami, begitu kira-kira orang memanggilnya. Dia yang kesehariannya harus menjalani aktivitas seorang diri, terpaksa harus menelan pahit-pahit tanpa menerima uluran tangan pemerintah.

Hidup sebatang kara disebuah rumah yang layak disebut gubuk terlihat terbuat dari kayu, berdinding bilik bambu, berukuran sekitar 5x4 meter yang memang semestinya sudah tidak layak dihuni, mbah Satami hanya beralas pasrah. Keinginan kuat untuk bertahan hidup meski jauh dari bantuan pemerintah, mbah Satami hanya bisa kuat mengumpulkan bahan bekas untuk dijual.

Perempuan berusia lanjut ini memang tak memiliki seorang suami. Hal tersebut diketahui dari beberapa tetangga yang dekat beberapa meter dari rumahnya. Bahkan, mbah Satami dengan tertatih harus melangkahkan kakinya menempuh jarak puluhan kilometer mencari bahan bekas.