JAKARTA, MaduraPost - Partai Demokrat (PD) kini berpecah dua, versi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Moeldoko. Saat ini kedua tokoh ini mengklaim kepengurusan partai yang sah dan sama-sama mempertahankan reputasi partai.
AHY mengklaim Kongres V Partai Demokrat di Jakarta pada Maret 2020 silam, dianggap sebagai kepengurusan yang sah. Sementara Moeldoko diangkat jadi Ketua Umum versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara.
Mantan Panglima TNI itu pun terpilih secara aklamasi. Ia mengalahkan Marzuki Alie yang juga santer diusulkan oleh para kader dalam sidang sebagai ketua umum.
Moeldoko yang tak hadir di lokasi lantas ditelepon oleh pimpinan persidangan untuk dipastikan kesiapannya memimpin Partai hasil KLB tersebut.
KLB ini diinisiasi sejumlah kader yang telah dipecat Partai Demokrat. Mereka ingin melengserkan AHY dari ketua umum partai.