"Nanti akan ada gerakan bersama untuk Jawa Timur. Ke depan secara bertahap penggunaan KTP blangko itu akan berkurang jika sudah ada KTP digital. Hal ini juga masuk penghematan anggaran Negara kisaran 50 persen. Sebenarnya ini semata-mata untuk menghemat anggaran," kata Kepala Sumenep" class="inline-tag-link">Dispendukcapil Sumenep, Achmad Syahwan Effendy, pada MaduraPost.
Pihaknya mengaku sempat mencoba aplikasi KTP digital yang di downloadnya dari aplikasi play store melalui handphone pintar miliknya sendiri.
"Nanti akan masuk semua data kependudukan secara digital. Aplikasi sudah ada, bisa di cek di play store. Tapi aplikasinya belum maksimal. Saya coba kemarin bisa," tutur Syahwan.
Jika benar, kata Syahwan, adanya KTP digital dapat menjawab perkembangan zaman. Disamping itu, sistem kependudukan berbasis digital itu nantinya akan sama dengan aplikasi BPJS yang sudah diterapkan saat ini.