Sebab itu, mahasiswa mendesak agar Bupati Sumenep bisa menyelesaikan apa yang menjadi tuntutan pendemo.

"Desakan yang ingin saya sampaikan kepada Bupati dari 9 OPD ini, dari berbagai elmen OPD agar bisa merespon berbagai data yang sudah kami catat. Dari tuntunan ini sudah kami katakan kepada Bupati. Ini sudah keluar dari sistem tugas dan fungsi OPD sendiri," paparnya.

"Kalau tetap tidak becus, ya terpaksa Bupati harus bisa menempatkan orang-orang yang terbaik di lingkungan OPD Sumenep," timpalnya.

Pada aksi itu mahasiswa tidak puas, sebab tidak ditemui oleh Bupati Sumenep. Mereka hanya ditemui oleh Kepala Bidang (Kabid) Mutasi Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep, Suharjono.

Suharjono mengatakan, bahwa saat ini massa aksi tidak bisa menemui Bupati Sumenep, sebab tengah menghadiri sebuah undangan.