"Kami sempat menyurati kepada Dinkes, bahwa dihasil suratnya di Dinkes ini tidak ada jawaban yang jelas kepada GPMS saat hendak melakukan audiensi. Bahkan, Kepala Dinkes tidak menemui kita. Hal itu yang menjadi kekecewaan kita," ungkapnya.

Sementara Disdik, pihaknya menegaskan, ada beberapa keanehan dalam penerbitan buku yang bersumber dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menurut mahasiswa, persoalan Disdik harus tetap dikawal, utamanya di pendidikan di wilayah Kepulauan.

"Dalam statemen yang dikeluarkan oleh Pak Iksan, ketika menyampaikan soal buku yang dikeluarkan Disdik. Ternyata pembelian buku itu ternyata itu bekerjasama dengan penerbit. Padahal, itu sudah jelas di atur bahwa semua lembaga pendidikan Dana BOS itu harus bersifat umum mau dibelanjakan kepada siapapun. Artinya disitu kita menilai Disdik telah bekerjasama, jangan-jangan terjadi sesuatu," urainya.

"Karena sifatnya Disdik itu cukup sentral, menyentuh kehidupan masyarakat, maka desakan kita agar OPD Dinkes dan Disdik ini bisa disikapi secara serius secara sistem yang dilakukan," tambahnya.