"Tapi kalau yang diinginkan pabrikan adalah kualitas tembakau tegal gunung bukan sawah, nah ini petani harus ngerti. Meski tanam tembakau, tapi di area persawahan maka harganya pasti turun, karena sudah tidak sesuai dengan apa yang diinginkan pabrikan," paparnya.
Data luas areal dan produksi perkebunan tanaman semusim tahun 2019 dari 19 Kecamatan di Sumenep yaitu total keseluruhan 8.494.00, tahun 2020 turun menjadi 5.901.59, dan kembali naik pada tahun ini menjadi 9.881.11 hektar.
"Ini yang panen baru 192 hektar, kan masih jauh sampai berapa persen lagi. Jika ada kenaikan cukai itu pasti akan berdampak. Kemarin kita sudah mendapatkan informasi kenaikan cukai lagi, pasti harga tembakau turun. Tapi turunnya itu pasti di bawah tahun kemarin," tandasnya.