SUMENEP, MaduraPost - Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timu, gencar lakukan edukasi pada masyarakat tani khususnya petani tembakau.
Pasalnya, hingga saat ini sejumlah petani masih nampak terlihat bingung atas proses musim tanam tembakau tahun ini. Penyebabnya, dari harga yang dirasa menurun setiap tahun, hingga keliru saat awal musim tanam dimulai.
"Jadi yang kita lakukan edukasi di awal-awal musim tanam tembakau itu, bagaimana para petani bisa mengetahui musim tanam yang baik. Di lapangan sendiri kami langsung undang para petani saat sosialisasi, diantaranya tentang pemilihan cuaca, kenaikan cukai, adanya pengamat ekonomi pertanian, dan lain-lain sudah saya sampaikan," terang Kepala Sumenep" class="inline-tag-link">Dispertahortbun Sumenep, Arif Firmanto, saat diwawancara media ini di ruang kerjanya, Rabu (18/8).
Hanya saja, kata dia, sejumlah petani terkadang masih menggunakan cara lama, yakni memasrahkan sepenuhnya dengan hasil yang mereka dapat, tanpa melihat musim tanam tembakau yang bagus.
"Namanya petani kadang kan (ambil kaprahnya, red). Maka kita disini tetap memfasilitasi," ucapnya.