Tahun ini petani tembakau di Sumenep hanya bisa berharap ada keajaiban, agar hasil taninya dapat dibeli dengan harga yang mahal.

"Hanya itu yang bisa dilakukan. Hanya bisa berharap kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Petani sudah tak percaya lagi kepada Pemerintah," terangnya.

Persoalan semacam itu dianggap tidak hanya terjadi tahun ini saja, akan tetapi dari tahun sebelumnya. Andi mengungkapkan, jika tak kunjung ada solusi dari Pemkab Sumenep.

"Kita akan sampaikan ke Bupati, bahwa rakyatnya sedang merana, menderita dan menjerit akibat tidak stabilnya harga tembakau," tegasnya.