SUMENEP, MaduraPost - Sejumlah aktivis pemuda yang tergabung dalam Majelis Pemuda Revolusi (MPR) Madura Raya, melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (18/8/2021) pagi.

Kedatangan aktivis ini menuntut agar Pemkab Sumenep memperhatikan nasib petani tembakau yang dinilai sedang menjerit, dikarenakan harga tembakau tidak stabil.

Koodinator Lapangan (Korlap) aksi, Andi Firdaus, memaparkan jika saat ini petani tembakau telah melawan lelah dan letih, demi menghasilkan pundi-pundi rupiah dari daun emas tersebut. Sebab, dari tembakaulah harapan petani untuk bisa menyambung hidup.

Namun, kini harapan itu pupus karena harga tembakau setiap tahun dihargai rendah layaknya sampah yang berhamburan.

"Tembakau petani kita hanya dihargai 17 hingga 30 ribu rupiah. Sungguh malang nasib petani tembakau kita," kata Andi dalam orasinya, Rabu (18/8).