Akibatnya, pihaknya mengaku ragu terhadap slogan 'Bismilah Melayani' yang menjadi jimat Bupati saat kampanye Pilkada 2020 lalu.
"Slogan itu hanyalah omong kosong. Maka dari itu, pihaknya mewakili massa aksi meminta Pemkab Sumenep untuk menstabilkan harga tembakau. Segera bahas break event point (BEP) tembakau, kemudian menindak tegas pabrikan nakal, dan merevisi peraturan daerah (Perda) nomor 6 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelian dan Pengusahaan Tembakau," urainya.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan dan konfirmasi resmi dari Pemkab Sumenep. Sebab, saat pejabat Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep menemui massa aksi, sejumlah demonstran ngotot ingin berdiskusi dengan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi.
"Kami ingin Bupati keluar, bukan anak buahnya. Karena kami sudah muak terus-terusan dikibuli," tandasnya.