SUMENEP, MaduraPost - Kelangkaan solar bersubsidi di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali memunculkan polemik baru.

Bukan hanya soal distribusi yang tersendat, tetapi juga dugaan bahwa sebagian bahan bakar tersebut diselewengkan untuk kepentingan di luar aktivitas melaut.

Dari penelusuran di lapangan, terungkap dugaan bahwa sebagian jatah solar nelayan digunakan untuk mendukung aksi penolakan kegiatan survei seismik di perairan kepulauan Kangean.

Dugaan ini memantik keprihatinan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sumenep, yang menilai bahwa tindakan semacam itu justru memperburuk nasib nelayan sendiri.

Ketua HNSI Kabupaten Sumenep, M. Sahnan menegaska, bahwa solar bersubsidi adalah hak nelayan yang semestinya digunakan untuk mencari nafkah, bukan untuk membiayai kegiatan politik atau aksi demonstrasi di laut.