Dalam pandangannya, isu penolakan seismik di Kangean harus diletakkan dalam kerangka rasional dan tidak ditunggangi kepentingan politik atau provokasi.

Ia menilai eksplorasi migas adalah bagian dari upaya bangsa untuk mewujudkan kemandirian energi dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau dulu pemuda berjuang merebut kemerdekaan, maka sekarang perjuangan adalah bagaimana mengisi kemerdekaan lewat kontribusi nyata. Eksplorasi migas itu perjuangan kemakmuran, jangan sampai fitnah dan provokasi menghambat masa depan Kangean,” tegasnya.

Momen pasca Hari Sumpah Pemuda, kata Sahnan, seharusnya menjadi refleksi bersama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat semangat persatuan, bukan malah terpecah oleh isu yang belum tentu benar.

“Pemuda dan nelayan sejati itu berpikir luas, bukan mudah diadu domba. Kalau kita terpecah, yang diuntungkan bukan masyarakat, tapi mereka yang menunggangi,” ujarnya menutup.