Rasulullah saw bersabda, "Telah diampuni seorang perempuan pezina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya pada sebuah sumur. Dia berkata, "Anjing ini hampir mati karena kehausan." Lalu, dilepaslah sepatu perempuan itu, diikatnya dengan kerudungnya (menimba air ke dalam sumur), lalu diberinya anjing itu minum. Maka, diampunilah perempuan itu karena telah memberi minum." (HR. Bukhari)
Dari kejadian yang sangat bersejarah itu terdapat beberapa hikmah yang dapat kita ambil.
Pertama, kita sebagai manusia harus yakin bahwa Allah Swt maha pengampun kepada setiap hambanya sekali pun telah berbuat dosa yang besar.
Kedua, kita sesama manusia sebaiknya tidak saling menghakimi terlebih jika sudah membawa surga dan neraka. Sebab, masuknya manusia ke dalam surga atau neraka adalah murni karena keputusan Allah.
Ketiga, hidup di dunia sebaiknya selalu menjaga hubungan baik antara manusia dengan Allah (hablum minallah), antara manusia dengan manusia (hablum minannas) dan antara manusia dengan alam (hablum minal alam).