Sebab lahannya akan dijadikan tambak udang oleh para investor. Tindakan para investor itu tidak hanya akan merugikan rakyat yang kehilangan tanahnya melainkan juga berdampak negatif bagi seluruh masyarakat yang ada di kota Sumenep, sebab dari saat ini sudah dapat dilihat bahwa Sumenep akan kehilangan kekayaan destinasi wisatanya.

Belum lagi limbah dari tambak udang yang mencemari lautan hingga membuat air laut di tepi pantai menjadi sangat kotor. Akhir-akhir ini sosial media dibanjiri oleh keluhan masyarakat Sumenep terkait limbah tambak udang itu, dimulai dari Facebook, Instagram, YouTube hingga berita-berita dimedia on-line pun ikut menyoroti hal tersebut.

Baiklah tidak apa-apa jika hal itu benar-benar untuk kesejahteraan rakyat. Akan tetapi setidaknya limbah dari tambak udang itu tidak harus dibuang langsung ke pesisir pantai agar tidak mencemari lautan, bahkan baunya yang menyengat pun sangat mengganggu minat pengunjung pantai Lombang.

Sehingga pantai itupun pada akhirnya tidak lagi menjadi minat para wisatawan untuk dijadikan tempat refreshing. Dari hal tesebut maka sudah sangat jelas akibat dari investor yang dengan sengaja merenggut surga rakyat, hingga pada akhirnya cuma para investor yang merasakan kekayaan bumi kota Sumenep sedangkan masyarakatnya sendiri akan mati perlahan.