Padahal semua itu telah dikawal berkali-kali oleh para aktivis, baik dari aktivis mahasiswa yang melakukan pengawalannya dengan cara pendekatan personal pada masyarakat untuk memberikan pemahaman, melakukan audiensi dan demonstrasi pada pihak anggota dewan perwakilan rakyat.

Bahkan selain itu juga ada pengawalan yang dilakukan oleh aktivis sosial dengan menggunakan segala cara untuk menolak investor itu. Tanah subur milik rakyat kini mulai diambil alih oleh investor untuk dijadikan tambak udang yang hal itu akan berakibat kesengsaraan berkepanjangan bagi rakyat.

Wacana yang mengatakan bahwa penggarapan tambak udang itu adalah untuk mensejahterakan rakyat bagiku sangat tidak masuk akal, karena pada nyatanya hal itu cuma akan mempererat tali penjerat leher masyarakat sekitar, bahkan usaha untuk terbebas dari tekanan kelompok feodal itu hanya akan menjadi mimpi belaka.

Sumenep memiliki keindahan alam yang luar biasa, sehingga membuka peluang besar untuk dijadikan destinasi wisata. Terdapat beberapa tempat wisata di kota Sumenep yang sangat diminati oleh pengunjung, baik dari dalam negri ataupun dari manca negara. Salah satunya adalah pantai Slopeng, pantai Badur, pantai Lombang, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Namun sayang kini tempat wisata tersebut sudah mulai tercemar oleh adanya tambak udang hasil tangan manusia tidak bertanggungjawab itu (investor). Pantai Lombang yang terkenal dengan sebutan pantai cemara kini telah kehilangan identitasnya, lantaran pohon-pohon cemara yang menjadi hiasan disepanjang jalan masuk menuju pantai Lombang telah habis ditebang.