SUMENEP, MaduraPost - Gelaran Festival Kreasi Ketupat 2025 yang berlangsung di kawasan wisata Pantai Slopeng, Desa Sema’an, Kecamatan Dasuk, pada Senin (7/4/2025), menjadi ajang penting dalam upaya merawat tradisi dan kearifan lokal.
Ketua Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, menyoroti pentingnya menjaga budaya leluhur sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berakar pada identitas masyarakat.
“Suatu bangsa akan maju apabila warganya memiliki kesadaran untuk mengenal dan mencintai kebudayaannya sendiri. Tradisi merangkai ketupat bukan hanya keterampilan semata, tapi juga sarana menyampaikan nilai-nilai luhur kepada generasi selanjutnya,” tutur Zainal pada MaduraPost, Sabtu (12/4).
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 1.500 orang peserta, yang terdiri dari unsur Forkopimda, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga masyarakat umum yang turut antusias mengikuti berbagai lomba, seperti menganyam janur dan menyusun ketupat.
Zainal menegaskan, bahwa tradisi Lebaran Ketupat merupakan bagian dari kekayaan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan perlu dijaga eksistensinya. Ia menyebut festival ini sebagai ruang ekspresi budaya yang juga memperkuat ikatan sosial masyarakat.