“Festival Kreasi Ketupat mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam merawat tradisi lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ungkap Zainal.
Pihaknya menjelaskan, bahwa ketupat mengandung makna simbolik yang mendalam. Salah satunya adalah penggunaan janur kuning yang diyakini mencerminkan harapan akan kehidupan yang damai dan penuh kebaikan.
“Harapannya, tradisi ini dapat terus dilestarikan, menguatkan semangat gotong royong, serta mengantar masyarakat Sumenep menuju kehidupan yang harmonis dan sejahtera,” tutupnya.***