Kematian satu pekerja di proyek institusi keuangan daerah ini menjadi alarm keras. Rekonstruksi bangunan boleh berjalan, tetapi keselamatan kerja tak boleh sekadar formalitas.

Jika benar ada kabel lecet dan pekerja tanpa perlindungan memadai, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi, melainkan nyawa.

Kritik lainnya kini tak hanya tertuju pada kondisi instalasi listrik, tetapi juga pada standar keselamatan kerja di lokasi proyek.

Seorang nasabah Sumenep" class="inline-tag-link">Bank Jatim Sumenep, berinisial K, mengaku kerap melihat aktivitas para pekerja selama proses renovasi berlangsung.

“Saya beberapa kali ke bank saat proses perbaikan. Yang saya lihat, ada pekerja yang tidak pakai helm proyek atau sarung tangan. Kalau memang kerjaannya berisiko, seharusnya dilengkapi APD,” ujar K kepada wartawan.