“Sejak awal memang tidak kooperatif, beberapa kali dipanggil tapi tidak hadir,” tambahnya.

Upaya pencarian diklaim telah dilakukan. Tim Resmob diterjunkan. Kontak keluarga dipantau. Lingkar pergaulan ditelusuri. Namun tersangka yang disebut minim jejak komunikasi itu tetap belum berhasil ditemukan. Penyidikan pun seakan kehilangan satu potongan penting.

Nama Maya disebut berada di simpul krusial perkara. Ia diduga memahami alur distribusi mesin EDC, berada dalam jalur administrasi sekaligus pemasaran, serta memiliki akses terhadap mekanisme internal. Ketika figur dengan posisi strategis itu tak tersentuh proses hukum, rangkaian cerita lain ikut samar.

Berbanding terbalik dengan tersangka lain, Fajar, Owner Bang Alief. Ia tidak masuk daftar buronan. Statusnya sebagai tahanan luar memperlihatkan kontras penanganan dua tersangka dalam perkara yang sama.