Dalam sidak tersebut, anggota dewan mendapati bahwa bangunan sekolah tidak mengalami perombakan secara menyeluruh.
Bahkan, lantai ruang kelas masih tampak kasar karena belum diplester dan tidak dilapisi keramik. Kondisi ini dianggap tidak sebanding dengan besarnya dana yang telah dialokasikan untuk proyek tersebut.
Temuan itu tentu memicu reaksi keras para wakil rakyat saat melakukan sidak. Kontraktor pelaksana, CV Mintra Anda, langsung mendapat sorotan tajam karena dinilai mengerjakan proyek dengan kualitas rendah dan menyisakan banyak kejanggalan sejak awal pelaksanaan.
“Ini disebut rehabilitasi berat, tetapi yang terlihat hanya perbaikan seadanya. Spesifikasi yang tertulis jelas tidak dilaksanakan,” ujar anggota Komisi IV DPRD Sumenep, KH Sami'oeddin, saat melakukan sidak pada Selasa, 16 Desember 2025 kemarin.