SUMENEP, MaduraPost - Inspeksi mendadak yang dilakukan Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur, ke sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Gapura dan Dungkek mengungkap berbagai persoalan serius dalam proyek rehabilitasi sekolah yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025.

Kunjungan lapangan tersebut membuka fakta bahwa proyek yang secara administratif dikategorikan sebagai “rehabilitasi berat” justru dikerjakan jauh dari harapan.

Kondisi bangunan sekolah yang diperiksa menunjukkan kualitas pekerjaan yang minim, tidak sesuai standar teknis, serta memunculkan dugaan adanya pembiaran dalam pengelolaan anggaran sektor pendidikan.

Salah satu proyek yang menjadi sorotan utama adalah rehabilitasi tiga ruang kelas di SDN III Longos, Kecamatan Gapura, dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp566 juta.

Pantauan Komisi IV Sumenep" class="inline-tag-link">DPRD Sumenep, pelaksanaan pekerjaan tersebut dinilai tidak mencerminkan rehabilitasi berat sebagaimana tercantum dalam dokumen perencanaan maupun spesifikasi teknis.