Dari ayat tersebut terdapat penegasan “jika tidak mampu berlaku adil, maka nikahilah satu saja”, jelas sekali bahwa poligami bukan satu-satunya Sunnah Rasul yang sebaiknya diikuti oleh kita yang cenderung tidak bisa berlaku adil dan kematangan secara finansial yang tepat.

Jika katakanlah seorang laki-laki dengan gaji minimum (belum premium), baiknya tidak usah melayangkan angan-angan untuk bisa seadil Rasulullah.

Cintai dan rawat istri dan anakmu karena sunnah Rasul juga terdapat banyak di dalamnya. Memberikan sebaik-baik nafkah batin termasuk sayang, rasa aman, dan perhatian dan mencukupi dengan nafkah lahir, maka patutlah kau di banggakan seluruh penghuni langit.

Sebagaimana di sampaikan dalam Surah Ath Thalaq/65-7 “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari apa yang telah Allah karuniakan kepadanya. Allah tidaklah memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang telah Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan”.

So, jangan mencari beban yang lain. Pikullah beban sendiri dengan memaksimalkan nafkah untuk seorang istrimu, anakmu, dan keluargamu.