"Literasi adalah pintu pertama menuju kemandirian energi. Dari perpustakaan inilah kesadaran itu bisa ditanamkan,” katanya menegaskan.
Kunjungan jurnalis Sumenep diakhiri dengan sesi dialog santai di ruang baca utama. Beberapa peserta menyampaikan apresiasi atas atmosfer akademik ITS yang terbuka dan kolaboratif.
“Kami melihat bahwa ITS bukan hanya kampus teknologi, tapi juga pusat pembelajaran publik yang hidup. Banyak hal yang bisa kami bawa pulang untuk menginspirasi masyarakat Madura,” ujar salah satu perwakilan media, Rifan, wartawan media online kabarbaru.
Dari kunjungan tersebut, para jurnalis sepakat bahwa literasi energi bukan hanya urusan akademisi atau industri, melainkan tanggung jawab bersama.