Di dalamnya terdapat database penelitian migas nasional dan global, video pembelajaran, serta sistem katalog terbuka yang dapat diakses oleh mahasiswa dari berbagai jurusan.

Perpustakaan ini bahkan menjadi lokasi awal lahirnya konsep Migas Corner, sebelum akhirnya dikembangkan menjadi pusat edukasi energi terintegrasi bersama SKK Migas.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, yang turut hadir dalam kunjungan itu, menilai perpustakaan ITS memiliki peran penting dalam membangun literasi energi di kalangan akademisi dan masyarakat.

“Perpustakaan seperti ini menjadi ruang pertemuan antara ilmu dan praktik. Kami ingin mahasiswa dan jurnalis memahami proses hulu migas bukan hanya di lapangan, tapi juga melalui basis pengetahuan yang kuat,” ujarnya.

Menurut Anggono, kolaborasi ITS dan SKK Migas melalui Migas Corner akan semakin optimal bila didukung dengan fasilitas literasi energi seperti yang ada di perpustakaan kampus tersebut.