“Pemakaian busana adat Keraton adalah simbol kebanggaan sekaligus penghormatan terhadap jati diri Kabupaten Sumenep,” tegas Bupati Fauzi.
“Semoga semangat itu menular pada seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan mencintai warisan leluhur kita," timpalnya memungkasi.
Baca Juga:Wahana Kolam Renang Ditutup Sementara, Disbudporapar Sumenep : Destinasi Wisata Lain Tetap Dibuka
Kebijakan ini mungkin tampak sederhana, namun di dalamnya tersimpan gagasan besar, bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal jiwa dan identitas.
Dan di Sumenep, upaya itu dimulai dari sesuatu yang sangat dekat dengan tubuh, pakaian adat yang kembali hidup di antara langkah ASN di balai-balai pemerintahan.***