Bagi masyarakat Sumenep, busana keraton bukan hanya pakaian, melainkan simbol kebangsawanan, kehalusan budi, dan tata nilai sosial yang telah hidup ratusan tahun.
Warna, corak, hingga tata cara pemakaiannya sarat makna, mewakili strata sosial, nilai estetika, dan filosofi hidup masyarakat Sumenep yang dikenal religius, santun, dan berbudaya tinggi.
Kini, saat ASN dan pegawai pemerintahan mengenakan busana itu, seolah sejarah kembali berdenyut di ruang publik di kantor pemerintahan, ruang rapat, dan jalanan kota.
“Kami ingin agar Peringatan Hari Jadi ini tidak sekadar rutinitas seremonial, tetapi memiliki makna untuk membangun semangat baru dalam mencintai daerah,” imbuh Bupati Fauzi.