Sekretaris Sumenep" class="inline-tag-link">Disnaker Sumenep, Kusmuni, menekankan bahwa pengembangan SDM perlu dilakukan secara agresif agar masyarakat tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi yang semakin ketat.
“Ini bukan sekadar program rutin tahunan. Kami melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menjadi pengusaha mandiri,” ujarnya pada Kamis (10/7).
Sementara itu, Eko Ferryanto selaku Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas di Sumenep" class="inline-tag-link">Disnaker Sumenep menjelaskan bahwa pelatihan ini menitikberatkan pada penerapan keterampilan dalam konteks dunia nyata.
“Materi yang diberikan meliputi teknik memasak yang sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan, penyusunan rencana usaha, hingga strategi pemasaran yang relevan dengan kondisi lokal,” jelasnya.