“Perusahaan migas semestinya tidak bersikap defensif dengan menyudutkan media. Kami ini bekerja untuk publik, bukan alat kekuasaan atau korporasi,” ujarnya tegas.
Ia bahkan menegaskan kesiapan pihaknya untuk menempuh jalur hukum apabila tidak ada itikad baik dari KEI.
“Jika tidak ada klarifikasi, kami tidak segan menempuh langkah hukum. Kami juga mendesak SKK Migas bertanggung jawab atas pernyataan mitranya itu,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Yono mendorong evaluasi internal di tubuh KEI agar tidak lagi menyalahkan pihak luar atas masalah komunikasi yang sebenarnya bisa dikelola dengan cara yang lebih profesional.