Setelah melakukan tindakan tersebut, Sahnan bahkan sempat mengintimidasi korban agar merahasiakan kejadian itu dan tidak memberitahu siapa pun.
Lima hari berselang, pelaku kembali mengulangi perilaku serupa. Dengan modus yang tak jauh berbeda, ia kembali memanggil korban ke ruang pribadinya dan melakukan tindakan tak bermoral untuk kedua kalinya.
Korban yang masih dibalut rasa takut memilih diam dan memendam kejadian tersebut hingga akhirnya keberaniannya muncul untuk melapor, yang kemudian membuka pintu pengungkapan kasus ini.
Investigasi lebih lanjut yang dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sumenep" class="inline-tag-link">Polres Sumenep dengan bantuan Tim Resmob mengungkap fakta yang mengejutkan: F bukan satu-satunya korban.
Diketahui ada sembilan santriwati lain yang juga mengalami tindakan serupa dari Sahnan. Seluruh korban masih tergolong anak-anak dan berada di bawah pengasuhan langsung pelaku di lingkungan pesantren.