Farah menceritakan bahwa pada hari Selasa (21/1/2025), sekitar pukul 10.00 pagi, ia menerima panggilan tak terjawab dari seorang kurir melalui WhatsApp.

Setelah menghubungi kembali, kurir tersebut memberitahunya bahwa paketnya ditinggalkan di sebuah toko di dekat kantor BRI Prenduan, bukan di alamat rumah Farah yang jelas-jelas terletak di sebelah utara Bank Mandiri.

“Saya terkejut, kenapa paketnya dibiarkan begitu saja di toko, padahal alamat saya sudah jelas. Ketika saya tanya kenapa tidak diantar ke rumah, kurirnya malah marah dan menyalahkan saya karena tidak mengangkat telepon,” ujar Farah.

Kurir tersebut mengklaim bahwa ia sudah jauh dari lokasi pengantaran dan tidak bisa kembali. Meskipun Farah berulang kali meminta agar paket tersebut dikirimkan ke rumah, kurir tetap tidak mau bertanggung jawab atas kelalaiannya.

“Dia bilang dia kurir baru, tapi itu bukan alasan untuk meninggalkan paket saya begitu saja,” tambah Farah.