Merasa tidak ada solusi, Farah segera menghubungi kantor J&T Cargo di Pragaan dan juga mengontak pemilik kantor melalui informasi yang ia dapatkan dari media sosial.
Pihak J&T Cargo langsung merespons dan menghubungi kurir terkait untuk mengantar ulang paket ke rumah Farah.
Namun, meski ada upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut, pengiriman ulang paket justru terjadi pada malam hari setelah waktu Isya, dengan kondisi kardus yang basah dan penyok akibat hujan deras yang mengguyur Pragaan.
Farah tidak membuka paket itu segera, tetapi ketika memeriksa keesokan harinya, ia menemukan barang di dalamnya rusak dan lecet.