Dengan alasan ini, UNIBA Madura malah melakukan framing seolah-olah korban tidak mau menemui Satgas PPKS di kampus tersebut.
"Framing ini sangat jahat, karena dikabarkan dari kasus itu ternyata ada kepentingan untuk pencalonan menjadi punggawa Ormawa di UNIBA Madura," kata Sutrisno.
Sebelumnya, Warek I UNIBA Madura, Budi Suswanto, turut memberikan tanggapan terkait kasus ini.
Ia menjelaskan bahwa pihak kampus sudah berupaya memanggil LL untuk meminta klarifikasi, namun mahasiswi tersebut beberapa kali tidak memenuhi panggilan.
“Pertama biasa, kesibukan. Bahkan juga sudah dipanggil oleh PPKS. Kami bingung karena sampai saat ini yang bersangkutan tetap tidak ada memenuhi panggilan kampus,” ujarnya.