"Harus ada solusi konkret. Jika penundaan kapal tidak dapat dihindari, setidaknya sediakan tempat penampungan sementara dan kebutuhan makan minum bagi para penumpang," tegas politisi Partai NasDem ini.

Lebih lanjut, Juhairi mengingatkan bahwa masalah ini adalah persoalan yang berulang setiap tahun.

Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah bisa belajar dari pengalaman sebelumnya agar dampak musim angin barat dapat diminimalisir.

"Masyarakat kepulauan sangat bergantung pada pemerintah dalam situasi seperti ini. Jangan sampai mereka merasa diabaikan," pungkasnya.

Diketahui, musim angin barat yang biasanya berlangsung dari Desember hingga Februari sering kali menyebabkan cuaca ekstrem di wilayah laut, sehingga berpengaruh pada aktivitas transportasi laut dan distribusi logistik ke pulau-pulau kecil di Sumenep.