Selain itu, Juhairi juga menyoroti penumpukan penumpang di pelabuhan yang kerap terjadi setiap musim angin barat.
"Penundaan atau pembatalan jadwal keberangkatan kapal sering membuat pelabuhan penuh dengan penumpang yang terlantar. Hal ini tidak boleh terulang lagi seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Wakil Ketua Bapemperda itu.
Ia meminta pemerintah daerah menyiapkan langkah-langkah terukur untuk menangani situasi tersebut.
Juhairi menyebutkan, koordinasi antar instansi, seperti Dinas Perhubungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sangat penting untuk memastikan penumpang tidak terlantar dan tetap mendapatkan pelayanan yang memadai.