Asep mengakui adanya miskomunikasi antara pihaknya dengan mitra mereka, tetapi ia membantah adanya skandal atau penipuan.

"Kami sudah berbicara dengan Mas Wirya, mitra kami sejak 2019. Intinya ada kesalahpahaman, dan kami meminta maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan dari pihak kami," kata Asep pada Selasa (3/9/2024).

Asep juga menekankan, bahwa kebijakan kredit sepenuhnya ditentukan oleh kantor pusat BTN, dan kantor cabang hanya menjalankan aturan yang sudah ada.

Ia berjanji untuk meningkatkan komunikasi dengan mitra-mitra BTN di masa mendatang, meskipun keraguan masih menyelimuti karena kurangnya transparansi dalam penjelasan terkait masalah yang dihadapi.

Menurut Wirya, masalah ini menyebabkan banyak proses realisasi kredit gagal disetujui, meskipun semua biaya telah dibayarkan, termasuk pajak dan biaya notaris.***