Ia menilai, pengurus DPD Partai Nasdem Sumenep tidak terbuka dan dirinya merasa hanya dijadikan sebagai pelengkap saja.
"Jadi saya tidak pernah dikasih peran sama sekali selama jadi bendahara. Keterbukaan di sana itu tidak ada. Sebab itu saya berpikir untuk keluar saja, karena tidak ada fungsinya di sana," papar Taufik.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep, Moh. Hosni, membantah soal kabar miring gejolak di internal partainya itu.
"Ya nggak mungkin kalau bank itu mencairkan uang tanpa ada bendahara, kan lucu," bantah Hosni saat diwawancara wartawan.
Menurutnya, ada staf kantor yang mengatur tentang pencairan dana Banpol di samping fungsi dari bendahara umum partai.