Pihaknya juga mengatakan, secara teknis pengambilan sampel darah bayi itu dilakukan beberapa tahap.
Mulai dari pemberian perban hingga penyuntikan di bagian tumit bayi. Kemudian, setelah itu ditutup diiringi dengan pemberian alkohol.
"InsyaAllah pihak dokter yang RSI sudah menjelaskan kenapa bayinya itu panas, kemudian kenapa bayinya sesak hingga meninggal dunia. Jadi kematian bayinya itu bukan karena (SHK, red), tapi karena ada penyakit lain," kata Fatimatus mengungkapkan.
"Itu ada infeksi, tapi sebaiknya untuk lebih jelasnya bisa langsung ditanyakan pada RSI Kalianget," imbuhnya lebih lanjut.