Menurut Masdawi, anggaran Rp1,2 miliar itu bukanlah budget sedikit dari program Santri Interprenuer tersebut.
"Justru ini anggaran besar loh," ucapnya.
Setidaknya, harus ada tempat atau lokasi dari hasil kerajinan program Santri Interprenuer itu.
"Coba cek daerah lain seperti Jogjakarta dan Balikpapan, itu jelas loh ada tempatnya. Sementara di Sumenep ini belum terbentuk, bagaimana coba," katanya.
Dia juga menanyakan, hasil karya blangkon dari program Santri Interprenuer yang ditaruh di tempat Koperasi UMKM Museum Keraton Sumenep belum laku.