"Tetap stagnan kan seperti itu," katanya.

Meski demikian, penambahan anggaran program Santri Interprenuer yang semula Rp1 miliar menjadi Rp1,2 miliar tetap dijalankan.

Akan tetapi, pihaknya berjanji akan lebih inten memonitoring kinerja dari hasil para peserta pelatihan.

"Saya cek nanti itu. Apakah melibatkan pihak ketiga, apa justru dikerjakan sendiri," tutur Masdawi.