SAMPANG, Madurapost.id">Madurapost.id - Adanya unsur nepotisme dalam proses rekrutmen Konsultan Menejemen Balai (KMB) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) BBWS Brantas tahun 2020 semakin jelas ketika pihak BBWS tetap melanjutkan penandatangan kontrak dengan peserta yang double job, Bahkan diantaranya adalah PNS.
Hal itu disampaikan Ketua Sampang" class="inline-tag-link">LSM JCW Sampang, H.Moh Tohir kepada MaduraPost menyikapi Surat Penandatanganan Kontrak (SPK) yang dilakukan pihak BBWS dengan peserta yang double job.
"Saat audiensi kemaren, sudah kami sampaikan oknum TPM di Sampang yang double job tapi lolos seleksi, dan kami juga sudah menyampaikan somasi ke BBWS," Kata H.Tohir, Jumat (12/06/2020).
Lebih lanjut H.Tohir mengatakan bahwa BBWS Brantas Surabaya telah membodohi publik, Termasuk LSM Jatim Corruption Watch (JCW) Jawa Timur.
"Kami merasa dikibulin, Sedikitpun tidak ada tanggapan dari audiensi atau surat yang kami sampaikan. BBWS memaksakan diri, Ada apa," Lanjutnya.