Tidak ada cekcok mulut antara warga dengan pekerja, sebab ketika massa datang penggarapan langsung dihentikan dengan meninggalkan lokasi.
Warga pun kemudian bergerak menuju Balai Desa Gersik Putih untuk mendatangi Kepala Desa (Kades) Muhab.
Sebab, di lokasi tidak satupun ditemui perwakilan Pemdes dan penggarap. Sayangnya, tidak satupun perangkat desa yang ada di balai desa setempat.
Sehingga, aksi segel Balai Desa Gersik Putih juga dilakukan dengan memasang kayu dan besi di pintu masuk balai desa.
”Penyegelan balai dilakukan sebagai bentuk protes, sebab kami merasa seperti tidak punya pemerintahan di desa, setelah aspirasi yang disampaikan dikesampingkan,” ucap Siddik dengan tegas.