Kemudian beralih pada pemberdayaan. Pemberdayaan di Sampang hampir tidak ada kabar sedikit pun, apalagi pemberdayaan kepada masyarakat desa yang kebanyakan sering luput dari perhatian pemerintah. Masih banyak masyarakat yang mengeluhkan soal kesejahteraannya, ada yang mengeluh soal bantuan yang tidak sampai, ada yang tidak bisa berobat karena tekendala oleh biaya, bahkan ada yang tidak bisa mengenyam pendidikan hanya karena pemberdayaan yang kurang merata hingga ke pelosok desa.

Banyaknya pembangunan dan pemberdayaan yang terbengkalai dan tidak terurus dengan baik, Bapak Pembangunan dan Bapak Pemberdayaan perlu dipertanyakan kinerjanya selama menjadi pemimpin di Kota Bahari, khususnya ketika menerima penghargaan, justru harus lebih giat dan gencar melakukan gebrakan. Kemajuan dan kesejahteraan apa yang membuat keduanya menyandang predikat itu, atau teori dan konsep pembangunan dan pemberdayaan seperti apa yang ia rencanakan dan kerjakan.

Tidak ada yang salah mendapatkan penghargaan, tapi lagi-lagi harus sesuai dengan kinerja di lapangan. Ditengah-tengah sengkarutnya pembangunan dan pemberdayaan, Bapak Pembangunan dan Bapak Pemberdayaan diharapkan tidak hanya sibuk dengan pekerjaan yang masih minim dirasakan oleh semua kalangan, ditambah lagi dengan prioritas pembangunan infrastruktur secara merata, dan tidak berhenti dalam pembahasan dan statement belaka.

Pertanyaan terakhir " apa Kabar Bapak Pembangunan dan Bapak Pemberdayaan?"