Oleh : Suharianto

MaduraPost - Sampang" class="inline-tag-link">Bupati Sampang baru saja mendapatkan penghargaan sebagai Bapak Pembangunan beserta Wakil Sampang" class="inline-tag-link">Bupati Sampang yang juga mendapatkan penghargaan sebagai Bapak Pemberdayaan, penghargaan itu masing-masing diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang ke-75 tahun 2021.

Para pemerhati atau pengamat, akademisi, ilmuwan, aktivis, hingga masyarakat banyak yang timbul pertanyaan, karena predikat yang diberikan kepada Bupati dan Wakil Sampang" class="inline-tag-link">Bupati Sampang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Bagaimana tidak, kabupaten Sampang belakangan ini terus mengalami kemunduran, baik dalam aspek pembangunan maupun pemberdayaan.

Kemunduran yang dialami di sektor pembangunan (infrastruktur) dengan dibuktikannya akses jalan rusak poros kabupaten di Desa Tlagah, Banyuates, masyarakat sampai menanamkan pohon pisang dan pepaya karena sudah tidak layak menjadi jalan. Ambruknya jembatan penghubung antara Tambelangan dan Banyuates, masyarakat sangat berharap kepada pemerintah agar dibenahi.

Disusul dengan longsornya jalan poros kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Karang Penang dan Omben di Desa Bluuran juga dibiarkan. Wilayah tengah juga mengalami kerusakan jalan poros kabupaten di Kedungdung yang berkubang lumpur, bahkan saking parahnya jalan yang rusak itu bisa menjadi gugatan Class Action (Tindakan Kelas) kepada pemerintah daerah.