SAMPANG, MaduraPoat - Proses pemulangan jenazah pengikut tajul muluk warga syiah, Hatimah atau Buk Bunar 67 tahun warga Desa Blu'uran, Kecamatan Karang, Kabupaten Sampang, sempat menjadi kontroversi, namun akhirnya diterima oleh warga Desa Blu'uran

Diketahui warga syiah tersebut sebelumnya berada di penampungan di Rumah Susun (Rusun) Agro Jemundo Kabupaten Sidoarjo, akhirnya dapat di terima oleh warga sekitar Desa Blu'uran Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang Madura. Namun sebelumnya Tim Lima melakukan koordinasi dengan beberapa Tokoh setempat.

Hadir pula pada saat itu Kapolsek Karang penang (Iptu. Slamet ) Kasi Pemerintahan Kecamatan (Ngateri. S.Sos. MM), Kepala Desa Blu'uran (H.Moh Farok) TNI/Koramil, (Pelda, Suryadi) Deninntel Kodam V Brawijaya Poswil Kab Sampang, (Joko Prasetyo)

Bakesbangpol, (Anang junaidi), Kemenag (Faisol), Kasat Intel Polres Sampang (AKP. Dany Prasetyo SH.), para tokoh masyarakat dan Ulama' sekitar.

Kepala Desa Blu'uran, H.Moh Faruk, mengatakan, pihaknya, mengadakan pertemuan dengan Tim Lima Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, namun hanya bisa menjalankan apa yang telah menjadi kesepakatan bersama antara tokoh ulama', tokoh masyarakat dan Forkopimda, yang bertempat di kediaman KH. Syafik.