SUMENEP, Madurapost.id - Suhartatik, nama akrab dari Tika Suhartatik. Seorang perempuan yang hobi menulis dan gemar melihat masa lampau dengan menata masa depan.

Suhartatik lahir di tanah Madura, Jawa Timur. Tepatnya di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep. Selain suka menulis, dia juga pernah aktif sebagai seorang wartawan disalah satu surat kabar.

Namun kini, dia telah beranjak maju. Karya-karyanya seperti menjadi oretan pada masanya. Dari mulai lomba karya tulis ilmiah (LKTI) hingga menjadi pegiat sastra di Sumenep.

Meski baru menerbitkan satu buku Antologi Puisi murni miliknya yang berjudul 'Seteguk Kopi Emak', namun dirinya tak tergesah menjadi seorang penyair. Sebab diketahui, Kabupaten ujung timur Pulau Madura ini disebut-sebut sebagai gudangnya penyair.

Seperti, D. Zawawi Imron, Mahwi Air Tawar, M. Fauzi, Alfaizin Sanasren, dan pegiat seni sastrawan muda yang sudah mulai lahir serta ikut membudayakan sastra di era saat ini.