Bagi Suhartatik, satu catatan lebih baik dari seribu ingatan. Sebab itu, disetiap langkah perjalanannya catatan kecil sangat begitu penting daripada masih menunggu untuk diserap oleh pikirannya sendiri.

"Karena saya bahagia ketika apa yang saya rasakan bisa saya luapkan dalam buku catatan," ujar Suhartatik, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Sumenep.

Pemikiran Suhartatik pun seakan tak bisa dibendung. Obsesi menulis telah membawanya ke dunia petualangan kehidupannya sendiri.

"Bagi saya, menulis seperti sebuah petualangan yang selalu memberikan tantangan tersendiri," ucapnya, dalam gairah menulis dia.

Menurutnya, ingatan manusia sangatlah terbatas. Selain gampang lupa, tak semua ingatan lekas dicerna. Kadang harus menunggu berbulan-bulan untuk mengingatnya. Atau tidak sama sekali.