"Mesti ada penambahan ptofider terus, yang merasakan dampak yaitu kami, seperti elektronik dan elektrik. Kita bukan masalah dampak, tapi nyawa, apalagi menjelang musim hujan, kami waswas," Tutupnya.

Tak hanya mengeluh, puluhan warga pada Minggu, 10 Agustus 2020 juga mengadakan musyawarah dengan menghadirkan pihak Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangkalan yang bertempat di musholla Fisabilillah Tarogan Bangkalan.

Sementara itu, H. Ahmad Nawawi

Ketua RT 02 RW O3, juga sangat tidak setuju berdirinya tower telekomunikasi di daerah Tarogan itu, bukan tanpa alasan menurut Ahmad, pemilik tower kurang perhatian kepada masyarakat sekitar.

Keberadaan tower itu, sambung dia, banyak menimbulkan masalah bagi warga sekitar. Mulai dari HP, TV, Kulkas rusak, hinga pernah menelan korban jiwa terjatuh dari tiang pemancar sinyal itu.